Staff Berprestasi

Prof. Suryani, S.Kp., MHSc., Ph.D: Guru besar pertama di Fakultas Keperawatan UNPAD

Prof. Suryani menjadi guru besar pertama di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Prof. Suryani memang sudah tertarik menekuni bidang ilmu Mental Health Nursing semenjak ia masih kuliah program Sarjana di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (PSIK FKUI). Setelah lulus sarjana, ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 (Master of Health Science) di bidang Mental Health Nursing di School of Nursing, Faculty of Health Science and Medicine, RMIT Melbourne (2001) dan Program Doktor, juga dibidang Mental Health Nursing di School of Nursing and Midwifery, Faculty of Health, Queensland University of Technology (QUT), Brisbane (2012).

Dalam acara pengukuhan Guru Besar, Prof Suryani menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Model Recovery sebagai Alternatif dalam Penyembuhan dan Pemulihan Gangguan Jiwa Kronis”. Dalam orasi ilmiahnya, Prof Suryani menyampaikan bahwa Gangguan jiwa merupakan salah satu penyakit yang sedang dan menjadi trend global. Penanganan gangguan jiwa di Indonesia masih mengandalkan obat sebagai terapi utama. Padahal, penyebab gangguan jiwa itu multikompleks. Sudah saatnya mengatasi penyakit tersebut dengan pemberdayaan pasien, melalui sebuah proses recovery dengan dukungan dari lingkungan, masyarakat, pemerintah, dan tenaga kesehatan.

“Dibutuhkan pelayanan yang memadai di masyarakat untuk mendukung proses recovery orang yang mengalami gangguan jiwa. Sudah saatnya ada community mental health center dengan fasilitas dan tenaga professional dibidang kesehatan jiwa. Recovery yang dijalani pasien bukan hanya untuk sekadar pulih dari penyakit, tapi untuk membuat kehidupan orang yang mengalami keterbatasan akibat penyakitnya menjadi lebih berarti. Recovery menekankan bahwa meskipun individu tidak bisa mengontrol gejala penyakitnya tapi mereka bisa mengontrol kehidupan mereka,” ujar Prof. Suryani, S.Kp., MHSc., Ph.D.

“Yang dibutuhkan dalam proses recovery adalah menemukan dan menghadapi setiap tantangan dari keterbatasan akibat penyakit yang diderita dan membangun kembali integritas diri yang baru yang lebih berarti agar individu bisa hidup, bekerja, dan berkontribusi di masyarakatnya. Karena itu selama menjalani proses recovery, individu membutuhkan dukungan dari lingkungan. Mereka membutuhkan supportive environment dari keluarga, tetangga, masyarakat, pemerintah, dan swasta,” kata Prof. Suryani.*

Prof Suryani selain aktif sebagai tenaga pengajar di Fakultas Keperawatan Unpad, juga aktif dalam melakukan penelitian dalam bidang kesehatan jiwa. Beberapa hasil penelitiannya telah dipublikasikan di beberapa jurnal nasional terakreditasi, jurnal international bereputasi dan jurnal terindex scopus.

Beberapa penelitiannya berfokus pada Pengembangan Model recovery pada survivor gangguan jiwa kronis, intervensi untuk pasien dengan skizofrenia, depresi, kecemasan, stress, dan halusinasi. Selain itu, Prof Suryani juga melakukan penelitian dalam pengembangan instrument untuk kulitas pelayanan rumah sakit jiwa dan komunikasi teurapetik. Ilmu, ide-ide dan hasil risetnya selain dipublikasikan dalam jurnal juga ia tulis dalam beberapa buku hasil karyanya. Buku yang sudah ditulisnya antara lain Komunikasi Terapeutik: Teori dan Praktik dan Recovery pada Penderita Skizofrenia. Berikut adalah beberapa publikasi beliau dalam 5 tahun terakhir

Selain aktif di dunia pendidikan, prof. suryani juga aktif dalam organisasi. Saat ini Prof. Suryani menjadi ketua Ikatan Perawat Kesehatan jiwa Indonesia Wilayah Jawa Barat. Prof suryani juga menjadi anggota kolegium keperawatan jiwa nasional. Beliau juga menjadi anggota World federation for mental health.